April 28, 2008
Letto merupakan sebuah grup band yang tergolong baru di dunia permusikan Indonesia. Band ini bermarkas di daerah Kadipiro Jogjakarta. Pentolan band ini adalah Noe, anak dari Emha Ainun Najib.
Sebuah postingan di salah satu blog memberi makna atas lagu ini. Secara lengkap, postingan itu berisi sbb:
Ku teringat hati yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi yang kautempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta
Reff:
Ingatkan engkau kepada embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta
Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganku cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta
Back to reff Read the rest of this entry »
7 Comments |
Artikel, Umum |
Permalink
Posted by bungong
April 28, 2008
Orang yang paling bahagia adalah orang yang menjadikan puncak dan tujuan utamanya adalah mencintai Allah. Jadikan diri anda sebagai wali dan kekasih Allah agar anda mendapatkan kebahagiaan. Alangkah bermaknanya firman Allah ini ;
“Dia mencintai mereka dan mereka mencintai Allah”.
(QS.Al-Maidah : 54)
Sejumlah Ahli tafsir mengatakan, “tidak ada yang mengherankan pada ayat ‘…mereka mencitai-NYA …’ tapi yang mengherankan adalah, ‘…Dia mencintai mereka…’ Allah yang menciptakan, memberi rezeki, melindungi, dan memberikan Karunia-NYA kepada mereka, tapi Allah juga yang mencitai mereka.
“Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kamu.”
(QS: Ali’ Imran :31) Read the rest of this entry »
3 Comments |
Agama, Artikel |
Permalink
Posted by bungong
April 28, 2008
Teuku Umar lahir di Meulaboh, ibukota Aceh Barat, pada 1854. Di wilayah terparah akibat bencana tsunami tahun 2004 itu pula Teuku Umar gugur pada 11 Februari 1899 karena serangan licik tentara Belanda yang mendadak menyerbu. Umar semasa kecilnya tidak pernah mendapatkan lingkungan pendidikan yang baik, hidupnya bebas, suka berkelahi, dan memiliki kemauan yang keras serta sukar ditundukan. Pada usia muda, ia sudah diangkat menjadi kepala kampung di daerah Daya Meulaboh. Semua temannya mengenalnya sebagai seorang pemberani. Umar juga memiliki sifat yang keras dan pantang menyerah dalam menghadapi segala persoalan.
Kakek Umar adalah keturunan Minangkabau, yaitu Datuk Makdum Sati yang pernah berjasa terhadap Sultan Aceh. Datuk Makdum Sati mempunyai dua orang putra, yaitu Nantan Setia dan Achmad Mahmud. Teuku Achmad Mahmud merupakan bapak Teuku Umar. Sebelum menikahi Cut Nyak Dien, pada usia duapuluh tahun, Umar kawin dengan Nyak Sofiah, puteri hulubalang Glumpang. Untuk meningkatkan derajat dirinya, Umar kemudian menikah lagi dengan Nyak Malighai, puteri dari Panglima Sagi XXV Mukim. Sejak saat itu, ia mulai menggunakan gelar Teuku. Read the rest of this entry »
5 Comments |
Sejarah |
Permalink
Posted by bungong
April 28, 2008

DI SUMEDANG tak banyak orang tahu perempuan ini. Tua renta dan bermata rabun. Pakaiannya lusuh, dan hanya itu saja yang melekat di tubuhnya. Sebuah tasbih tak lepas dari tangannya, juga sebuah periuk nasi dari tanah liat. Dia datang ke Sumedang bersama dua pengikutnya sebagai tahanan politik Belanda, yang ingin mengasingkannya dari medan perjuangannya di Aceh pada 11 Desember 1906.
Perempuan tua itu lalu dititipkan kepada Bupati Sumedang Pangeran Aria Suriaatmaja, yang digelari Pangeran Makkah. Melihat perempuan yang amat taat beragama itu, Bupati tak menempatkannya di penjara, tetapi di rumah H. Ilyas, seorang tokoh agama, di belakang Kaum (masjid besar Sumedang). Di rumah itulah perempuan itu tinggal dan dirawat. Read the rest of this entry »
1 Comment |
Sejarah |
Permalink
Posted by bungong
April 27, 2008
kulihat air mata mengalir basahi pipimu
sejuta duka tampak jelas di wajah
duka yang kian menyayat luka dalam mu
terus berusaha mengalahkan hati mu yang tegar
terus mengacau gelombang hidup mu yang tak sebahagia dulu
tapi kau tetap tak mengaku jika di tanya
tetap berusaha untuk tersenyum pada semua
niat suci mu buat orang bahagia
walau kadang dirimu yang terus berkalung duka
walau kadang harus kau korbankan jiwa dan raga
tapi aku tahu kau hanya berpura Read the rest of this entry »
2 Comments |
Sastra | Tagged: gadisku |
Permalink
Posted by bungong