Berawal dari kesalahan dulu

April 27, 2008

kulihat air mata mengalir basahi pipimu

sejuta duka tampak jelas di wajah

duka yang kian menyayat luka dalam mu

terus berusaha mengalahkan hati mu yang tegar

terus mengacau gelombang hidup mu yang tak sebahagia dulu

tapi kau tetap tak mengaku jika di tanya

tetap berusaha untuk tersenyum pada semua

niat suci mu buat orang bahagia

walau kadang dirimu yang terus berkalung duka

walau kadang harus kau korbankan jiwa dan raga

tapi aku tahu kau hanya berpura Read the rest of this entry »