kulihat air mata mengalir basahi pipimu
sejuta duka tampak jelas di wajah
duka yang kian menyayat luka dalam mu
terus berusaha mengalahkan hati mu yang tegar
terus mengacau gelombang hidup mu yang tak sebahagia dulu
tapi kau tetap tak mengaku jika di tanya
tetap berusaha untuk tersenyum pada semua
niat suci mu buat orang bahagia
walau kadang dirimu yang terus berkalung duka
walau kadang harus kau korbankan jiwa dan raga
tapi aku tahu kau hanya berpura Read the rest of this entry »
Posted by bungong 






