Ayat-ayat Cinta untuk Muhammad

Oleh : Ameer Hamzah

*Seandainya seluruh manusia membencinya
*Muhammad tetap yang terbesar
*Sebab Allah telah mengangkat derajatnya
*Di maqam (tempat) yang paling mulia!
*Beliau mencapai keunggulan dengan kesempurnaannya
*Menerangi kegelapan dunia dengan nur-nya
(Syeikh Sa´adi al-Syiradzi)

Bait syair itu didendangkan oleh penyair sufi Islam dari Persia Syeikh Sa´adi al-Syiradzi ketika berziarah ke makam Rasululullah di An-Nabawy Madinah al-Munawwarah. Memang begitulah yang sebenarnya. Posisi Muhammad tetap yang teragung di antara makhluk, sebab Allah telah memilihnya sebagai Sayyidil Ambiyai wal Mursalin (Penghulu segala Nabi dan Rasul) dan telah menjadikannya sebagai manusia teladan. Sesungguhnya terdapat dalam diri Rasulullah teladan yang baik bagi yang mengharap ridha Allah dan pahala di hari kemudian (QS. al-Ahzab:21)

Muhmmad Rasulullah pembawa risalah Islamiyah, agama al-Haq untuk umat manusia. Dialah Allah yang telah mengutus rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkannya dari semua agama, meskipun orang-orang musyrik tidak mau beriman (QS.ash-Shaff:9). Kebenaran Islam menyebabkan agama suci ini sangat banyak dibenci dan dimusuhi oleh orang-orang kafir. Meski dibenci agama yang paling terakhir ini pertumbuhannya di dunia sangat cepat jika dibandingkan dengan agama-agama yang lain.

Rahmat bagi semesta

Ahli Sirah Nabawiyah, Dr Akram Dhiya´ al-Umri mengatakan; semua rasul terdahulu diutus untuk kaumnya, tetapi Muhmmad saw diutus untuk seluruh manusia, seluruh bangsa tanpa membedakan ras dan kulit. Dalam hal ini Allah berfirman, Dan Kami tidak mengutus kamu melainkan untuk manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui (QS. Saba´:28).

Rasulullah diutus untuk menjadi rahmat untuk seluruh jagat raya. Dan tiadalah Kami mengutus kamu melainkan rahmat untuk sekalian alam (QS. al-Ambiya:107). Katakanlah hai Muhammad! Wahai seluruh manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kamu semua (QS. al A´raf:158).

Sebelum Nabi Muhammad, sudah banyak para Nabi dan Rasul yang diutus Allah untuk kaumnya masing-masing. Allah mengumumkan bahwa beliau Nabi terakhir penutup para Nabi dan Rasul (QS. al-Ahzab:40). Jadi kalau ada manusia yang mengaku dirinya nabi atau rasul yang diutus Allah setelah Muhammad mereka itu pendusta. Hal itu pernah dilakukan oleh Musailamah Kazzab, Saijah, Thalhah, (Arab), Mirza Gulam Ahmad, (India) Lia Eden, Ahmad Mosadeq, dua terakhir dari Indonesia.

Banyak khilafiah tentang hari dan tanggal kelahiran Nabi, namun pendapat yang paling kuat dan popular adalah Nabi umat Islam Muhammad saw lahir di Mekkah, Senin, tanggal 12 Rabiul Awal 571M bersamaan dengan tahun Gajah. Sebab pada tahun itu tentara bergajah di bawah panglima Abrahah dari Yaman datang ke Mekkah ingin menghancurkan Ka´bah. Kisah ini diabadikan dalam Alquran (baca surah al-Fil).

Ayah Nabi seorang pemuda tanpan Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibunya Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf seorang wanita suci dari ketrunan tersohor. Muhammad telah menjadi yatim begitu dilahirkan. Ibunya wafat ketika berusia enam tahun. Kakeknya Abdul Muthalib mengasuhnya sampai berusia delapan tahun. Setelah kakek meninggal pengasuhan diambil oleh pamannya Abu Thalib sampai Muhammad dewasa (kitab Sirah Nabawiyah: Muhammad Al-Ghazali).

Dicintai dan mencintai

Umat Islam memperingati hari kelahirannya (maulid) sebagai wujud cinta yang paling hakiki. Cinta kepada Rasul saw melebihi cinta kepada ibu-bapa dan diri mereka sendiri. Nabi hendaklah lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri. (QS.al-Ahzab:66). Jika ada yang mencintai Nabi setengah hati, imannya belum benar.

Setiap saat kaum Muslimin wajib mengucapkan Duakalimah Syahadah ––Asyhadu anal Ilaha Illallaah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (Aku naik saksi tidak ada tuhan selain Allah dan Aku naik saksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah). Syahadatain juga diserukan dalam azan dan qamat menjelang shalat fardhu. Usai shalat juga didoakan oleh berjuta-juta kaum muslimin agar Nabi selalu ditambah kelebihan, kemulian, ditinggikan derajat dan diutamakan kemualiannya.

Allah swt juga menyeru orang-orang mukmin agar berselawat kepada Nabi Muhammad saw. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-nya juga berselawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepada Nabi, mengucapkan salam sejahtra (QS: al Ahzab:56).

Kaum Muslimin mencintai Allah dan rasul-Nya pada posisi cinta ranking pertama dan utama. Cinta yang tulus dan suci itu akan membawa kelezatan dan kemanisan iman yang tiada taranya. Jika harus memilih antara dilempar dalam api yang menyala atau mengingkari Muhammad, maka seorang mukmin akan memilih lebih baik dilempar dalam api daripada harus membenci sang Nabi pembawa cahaya yang terang bederang (hadis sahih riwayat Bukhari). Khalifah Abubakar berkata: Aku mencintai Rasulullah melebihi cintaku kepadaku, ayah dan ibuku .

Pernah terjadi di masa Rasulullah, seorang pemuda yang bernama Hubeib sangat mencintai Nabi. Dia sangat marah ketika orang-orang kafir Quraisy menghina Nabi. Hubeib yang gagah berani membela Nabi dengan cara menentang mereka. Hubeib ditangkap dan disiksa. Orang kafir memaksa supaya Hubeib mengingkari kerasulan Muhammad atau memilih mati dibunuh? Hubeib memilih syahid karena cintanya kepada Nabi Muhammad saw. Mayatnya dicencang oleh musuh Allah pengikut Abu Jahal. Sahabat lain, Abdullah bin Huzaifah juga memilih lebih baik disiksa oleh orang Rumawi dari mengingkari cinta kepada Nabi yang mulia. Bagitu juga Samiyah, Yassir, Ammar bin Yassir, dan Bilal bin Rabbah.

Semua itu buah makrifah yang diilhami Allah Azza wajalla kepada orang beriman dengan risalah yang dibawa oleh baginda Nabi sallahu alaihi wassalam. Muhammad saw dicintai Allah, maka sangat wajar umatnya yang beriman mencinta Nabi. Cinta murni nan sejati seperti cinta Ali bin Abi Thalib yang tidur pada tempat tidur Nabi malam hijrah atau cinta Abubakar Siddiq ketika malam hijrah bersembunyi berdua dalam Gua Tsur.

Gelar Habibullah (kekasih Allah) yang diberikan sang Khaliq kepada Nabi Muhammad saw adalah bukti lain bahwa Muhammad mendapat kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Nabi Ibrahim bergelar Khalilullah , Musa Kalamullah , dan Isa Ruhullah , namun menurut ahli muradif bahasa al-Quran, Prof Dr Aisyah Bintsy Syathi´, kata Habibullah itu telah mencakup gelar-gelar yang diterima Ibrahim, Musa dan Isa. Allah mengangkat nama Muhammad sangat tinggi disisi nama-Nya dalam dua kalimah syahadat: Dan Kami tinggikan bagimu sebutan namamu (QS: al-Insyirah:4).

Jujungan kita Nabi Muhammad saw, rasul yang sangat mencintai dan dicintai pula oleh umatnya. Beliau berdakwah dan berjihad untuk menyelamatkan manusia dari kehidupan yang gelap (syirik, munafik, ingkar, jahiliyah). Rasul saw menyeru mereka kepada alam yang terang benderang (agama tauhid, jujur, berilmu pengetahuan, beriman, berakhlak mulia).

Jika ada seorang manusia yang masuk dalam agamanya, beliau turut gembira dan bahagia. Sebaliknya jika ada manusia yang mendustakannya beliau sedih dan bersabar. Beliau memang seorang lelaki tanpan, berbudi tinggi, pemaaf, santun, jujur, benar, cerdas dan amanah. Sifat-sifat itu melekat pada dirinya sejak belia sehingga kaumnya memberi gelar al-Amin yang jujur.

Allah swt mengabarkan tentang Muhammad sebagai pemilik kesempurnaan di atas akhlak yang mulia. Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung (QS. al-Qalam:4).

From : serambinews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: