Kevin Mitnick: America’s Most Wanted hacker.

February 28, 2013

kevin-mitnickSebuah ketukan terdengar dari pintu apartemennya, Kevin Mitnick membuka pintu dan mendapati lusinan agen FBI dan penegak hukum lain sudah bersiap untuk menangkapnya. Ini adalah akhir perjalanan seorang hacker yang terpaksa buron demi menghindari hukuman penjara. Hacker yang selama masa buronannya itu telah mendapatkan status legendaris, bahkan telah tumbuh menjadi sebuah mitos yang lebih besar dari dirinya sendiri Penangkapan yang terjadi pada 1995 itu menandai awal dari kasus penahanan yang paling kontroversial terhadap seorang pelaku kejahatan cyber. Mitnick adalah seorang penyusup pada sistem komputer menjelma sebagai America’s Most Wanted Hacker.

Kecanduan Komputer Mitnick mudah mempelajari komputer dengan nongkrong di toko radioshack atau diperpustakaan umum, keluarganya tidak cukup berduit untuk memiliki komputer sendiri. Kesukaannya pada komputer berkembang hingga ia dewasa. Pada periode 1990-an, Mitnick mudah sekali keluar masuk sistem komputer. Namun pada akhir 1980-an ia sebenarnya ingin meninggalkan hobynya tersebut dan mulai mencari pekerjaan yang sah. Sayangnya, sebelum ia bisa melakukan itu, pada 1987 ia tertangkap karena menyusup perusahaan Santa Cruz Organization, sebuah perusahaan piranti lunak yang terutama bergerak dibidang sistem operasi Unix. Ketika itu pengacara mitnik berhasil menurunkan tuduhan kejahatan menjadi tindakan yang kurang baik, Mitnick pun hanya di ganjar 3 tahun masa percobaan. Tidak sampai setahun Mitnick kembali tersandung kasus hukum. Read the rest of this entry »


TEUNGKU CHIK DI TIRO

September 21, 2011

Pendahuluan

Salah satu daerah di Indonesia yang mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan dari penjajah adalah Aceh. Orang Aceh, baik pria maupun wanita, pada umumnya tergerak hatinya dengan ikhlas untuk bertempur maju ke medan perang. Mereka bersedia mati syahid untuk membela cita-cita nasional, dan demi tegaknya agama dan bangsa. Salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Aceh adalah Tgk Chik Di Tiro. Ulama ini diangkat sebagai pahlawan nasional dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 087/TK/Tahun 1973 tertanggal 6 November 1973.

Perang Kolonial Belanda di Aceh

Aceh yang merupakan propinsi yang paling ujung letaknya, di sebelah utara pulau Sumatra, bagian paling barat dan paling barat dan paling utara dari Kepulauan Indonesia. Secara astronomis, Aceh ini terletak di antara 950 13′ dan 980 17′ BT dan 20 8′ dan 50 40′ LU2 (JMBRAS, 1879: 129). Daerah ini mencakup daerah seluas 55.390 Km. Dengandemikian, secara geografis, Aceh mempunyai letak yang sangat strategis. Daerah ini terletak di tepi Selat Malaka. Karena letaknya di tepi Selat Malaka, maka daerah ini pentingpula dilihat dari sudut lalu lintas internasionai sehingga merupakan pintu gerbang sebelahbarat kepulauan Indonesia. Sejak zaman Neolithikum, Selat Malaka merupakan terusan penting dalam migrasi bangsa di Asia, gerak ekspansi kebudayaan India dan sebagai jalanniaga dunia selat Malaka adalah jalan penghubung antara dua pusat kebudayaan Cina dan India. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila wilayah sekitar Selat Malaka selalu mempunyai peranan penting sepanjang gerak sejarah Indonesia. Muncul dan berkembangnya kerajaan di sekitar wilayah ini tidak mungkin kita pisahkan dari letak geografisnya yang sangat strategis tersebut. Read the rest of this entry »


“Ibn Sina”

February 25, 2011

Ibnu Sina merupakan doktor Islam yang terulung. Sumbangannya dalam bidang
perubatan bukan sahaja diperakui oleh dunia Islam tetapi juga oleh para sarjana Barat.
Nama sebenar Ibnu Sina ialah Abu Ali al-Hussian Ibnu Abdullah. Tetapi di Barat,
beliau lebih dikenali sebagai Avicenna.

Ibnu Sina dilahirkan pada tahun 370 Hijrah bersamaan dengan 980 Masihi. Pengajian
peringkat awalnya bermula di Bukhara dalam bidang bahasa dan sastera. Selain itu,
beliau turut mempelajari ilmu-ilmu lain seperti geometri, logik, matematik, sains,
fiqh, dan perubatan.

Walaupun Ibnu Sina menguasai pelbagai ilmu pengetahuan termasuk falsafah tetapi
beliau lebih menonjol dalam bidang perubatan sama ada sebagai seorang doktor
ataupun mahaguru ilmu tersebut. Read the rest of this entry »


Komitmen yang dimiliki Harun Yahya

March 26, 2008

Harun Yahya

Tidaklah mudah untuk mencapai suatu tujuan,tidak semudah seorang membalikkan telapak tangan nya, juga tak semudah mata berkedip. Semua nya memerlukan dukungan dan respons lingkungan serta komitmen juga kesabaran yang kuat. sehingga tujuan kita tersebut dapat kita raih. Serperti hal nya seorang balita yang masih berusia 3 tahun, membutuhkan dukungan ibunya untuk dapat merangkak dan kemudian sampai bisa berjalan, semua itu memerlukan periode-periode dan usaha yang gigih, serta komitmen dan kesabaran kita dalam mencari dan meraihnya.

Seperti halnya seorang penulis terkenal ini, yang mendapat kan begitu banyak rintangan dalam mencapai sebuah tujuan yang gemilang, akan tetapi dengan komitmen yang dia miliki serta prinsip yang tidak mudah mengalah, akhir nya tujuan gemilang nya pun dapat diraih nya, setelah beribu alar menghadang nya, beribu cemooh dan tuduhan-tuduhan yang dia terima. Tentunya kita sudah kenal dan bahkan seluruh dunia pun mengenal sosok penulis yang memiliki begitu banyak teori-teori yang dapat di kaji dalam kehidupan ini. Tidak lah asing lagi bagi telinga kita seorang penulis dan pentela’ah dengan Sebutan Harun Yahya yang memiliki nama asli Adnan Oktar. Seorang ilmuwan berkelahiran Ankara (Turkey) pada tahun 1956. Read the rest of this entry »


Helvy Tiana Rosa

March 16, 2008

Helvy Tiana Rosa, penulis kondang yang juga Anggota Mejelis Sastra Asia Tenggara mengatakan, semua orang dari latar belakang apapun jika mempunyai bakat yang dianugerahkan oleh Allah Swt, jika terus diasah bisa menjadi seorang penulis. Menjadi penulis yang baik itu harus bisa mempertanggungjawabkan semua hasil karyanya serta memahami bahwa tulisan itu nantinya dapat berguna bagi dirinya dan orang lain.Atas kontribusi dan perannya mengembangkan sastra Islami dan membina banyak penulis Muslim, eramuslim dalam rangka Milad ke-6 memilih Helvy Tiana Rosa sebagai salah satu penerima eramuslim award.

Sejak kapan anda menekuni tulis menulis sastra Islami?

Kalau menulis sebenarnya sih sudah dari sejak di bangku sekolah dasar, dan mulai dipublikasikan sejak kelas III SD tahun 1978-1979. Kalau menulis yang terkait dengan ke-Islaman atau mulai interest-nya, ketika saya mulai memakai jilbab tahun1988 saat berusia 18 tahun.

Sebenarnya apa yang membuat anda tertarik dengan sastra Islami?

Saya merasa sastra Hindu ada, sastra Budha ada, sastra Kristiani menurut saya juga ada. Kenapa sastra Islami tidak boleh ada, saya sepakat dengan Abdullah Hadi WM, karena dia pernah mengatakan bahwa sastra Islam itu ada. Karena itu saya berusaha menulis, tadinya memang saya tidak berfikir akan disebut sastra Islam atau sastra dakwah. Saya hanya menulis mengikuti hati nurani saja dan menulisnya lebih karena semua muslim itu harus menyadari bahwa hidup mereka itu ibadah, karena itu segala apa yang kita lakukan mulai dari bangun tidur dan tidur lagi kalau bisa harus bernilai ibadah.

Dan ketika saya menulis, saya harus bisa menghasilkan karya yang bernilai ibadah, sebenarnya itu saja. Lalu kalau kemudian orang-orang mengatakan tulisan itu sastra Islami, sebenarnya itu bukan datang dari saya sendiri, tetapi dari penilaian orang-orang.

Saya merasa orang-orang yang mengatakan itu, tapi saya juga gak nolak, jadi kalau orang ingin mengatakan itu sastra Islami, yang bernilai Islam, menurut saya itulah pikiran saya, itulah perasaan saya, itulah perjuangan saya, ya tidak apa.

Selama ini anda mengangggap arah tulisan anda itu ke mana?

Kalau saya sendiri yang penting tulisan harus bisa mencerahkan orang lain, dan harus bisa membuat orang lain bergerak. Tetapi bukan hanya orang lain saja, tentunya yang pertama kali penulisnya dulu, karena tulisan yang baik itu adalah tulisan yang bisa mencerahkan dan membuat si penulis maupun orang yang membacanya bergerak dalam artian setelah membaca tulisan itu dapat melakukan sesuatu yang lebih baik. Jadi ada efeknya, itu menurut saya. Saya berusaha membuat tulisan seperti itu terlepas apakah pada akhirnya bisa atau tidak, tetapi paling tidak sudah dimulai dari diri penulis sendiri.

Maksudnya penulis itu bertanggung jawab penuh terhadap tulisannya?

Ya, dan saya tidak percaya dengan yang dikatakan oleh teori sastra modern bahwa ketika tulisan itu dilempar ke publik maka pengarangnya sudah mati, karena dia telah menjadi milik publik. Itu dapat mebuka celah bagi penulis untuk lepas tangan atas karyanya. Ya udah, itukan sudah jadi milik publik, saya gak bisa ikut-ikutan lagi.

Menurut saya, karya itu harus dipertanggungjawabkan dari mulai niat membuatnya sampai karya itu dilempar ke publik bahkan sampai pengarang itu meninggal, jadi walaupun sudah dilempar ke publik itu tetap karya penulis yang bersangkutan, yang setiap hurufnya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Bagi saya seperti itu, sehingga saya berusaha menulis yang bisa mendatangkan manfaat bagi orang lain, jangan sampai tulisan saya merusak suatu masyarakat.

Bagaimana pun tulisan itu harus bisa membangun masyarakat, paling tidak mempunyai dampak yang baik, yang mencerahkan masyarakat. Karena pertanggungjawabannya berat bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Pendapat yang demikian membuat saya berfkir supaya banyak orang yang berpendapat sama dengan saya. Pendapat itulah yang membuat saya pada tahun 1997 membentuk Forum Lingkar Pena, sebab saya tidak ingin sendiri berpendapat seperti itu, tetapi orang juga mempunyai gagasan yang sama menulis itu untuk mencerahkan orang lain, menulis dengan hati nurani, berkumpul bersama dan membina generasi yang lebih muda untuk ikut menulis.

Sebab dalam Forum ini kita menginginkan banyak yang konsen terhadap kaum muslim, yang tentunya berkaitan dengan kemanusiaan secara keseluruhan, nah bagaimana kita bisa menggerakan hati banyak orang melalui tulisan, bisa berdakwah melalui tulisan, itu akan efektif melalui forum bersama dan itu sudah FLP lakukan mulai tahun 1997, di mana saya sebagai pendirinya dan menjabat sebagi ketua selama 8 tahun sampai tahun 2005.

Dan sekarang posisi saya sebagi ketua majelis penulis, tidak di pengurus pusat lagi, sebab aktivitas saya kini lebih di dunia akademis, yakni sebagai Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan aktivitas lainnya sebagai Direktur Penerbit Lingkar Pena (FLP).

Dari berbagai tulisan yang sudah anda hasilkan, menurut anda tulisan apa yang paling baik responnya?

Alhamdulillah hampir semua tulisan saya itu banyak sekali responnya dari tulisan yang berupa puisi, cerpen, novel, naskah drama banyak responnya. Read the rest of this entry »