4 Golongan yang dirindukan Syurga

August 11, 2011

1. Taali Al-Quran.

    yaitu oang yang selalu membaca Al-Quran dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup,

    baik dalam hal ibadah maupun dalam hubungan dengan sesama muslim.

2. Wahaafizil Lisan.

    Yaitu, orang yang selalu menjaga lidahnya dari perkataan yang keji, baik itu fitnah, ghibah,

    hasut, adudomba dan lain-lain yang tidak bermanfaat dan merugikan.

3. WaMuth’imil Jii’at.

    yaitu, orang yang memberikan makan orang-orang yang lapar. Apalagi memberi bekalan untuk

    orang yang sedang berpuasa, agar dia bisa berbuka puasa dengan nikmat.

4. Wa Shaaimin Fi Syahril Ramadhan.

    Yaitu, orang yang menjalankan ibadah puasa pada bulan ramadhan, bulan penghapus dosa.

    bulan yang penuh Berkah, Rahmah, dan Magfirah Nya .

   Semoga bermanfaat…. Wallahu A’lam..

Advertisements

“Ramadhan”

August 6, 2011

Pengertian Puasa

Puasa dalam bahasa arab adalah shaum dan jama`nya adalah shiam. Secara ilmu bahasa, shaum itu berarti al-imsak yang berarti ‘menahan’. Sedangkan menurut istilah syariah, shaum itu berarti : Menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual dan hal-hal lain yang membatalkannya sejak subuh hingga terbenam matahari dengan niat ibadah.

Syariat Puasa

 Puasa Ramadhan pertama kali disyariatkan adalah pada tanggal 10 Sya`ban di tahun kedua setelah hijrah Nabi SAW ke Madinah. Sesudah diturunkannya perintah penggantian kiblat dari masjidil Al-Aqsha ke Masjid Al-Haram. Semenjak itulah Rasulullah SAW menjalankan puasa Ramadhan hingga akhir hayatnya sebanyak sembilan kali dalam sembilan tahun.

Puasa Ramadhan adalah bagian dari rukun Islam yang lima, Oleh karena itu mengingkari kewajiban puasa Ramadhan termasuk mengingkari rukun Islam. Dan pengingkaran atas salah satu rukun Islam akan mengakibatkan batalnya ke-Islaman seseorang. Read the rest of this entry »


Tsunami (Etymologi and History)

March 22, 2011

The term tsunami comes from the Japanese 津波, composed of the two kanji 津 (tsu) meaning “harbor” and 波 (nami), meaning “wave”. (For the plural, one can either follow ordinary English practice and add an s, or use an invariable plural as in the Japanese.

Tsunami are sometimes referred to as tidal waves. In recent years, this term has fallen out of favor, especially in the scientific community, because tsunami actually have nothing to do with tides. The once-popular term derives from their most common appearance, which is that of an extraordinarily high tidal bore. Tsunami and tides both produce waves of water that move inland, but in the case of tsunami the inland movement of water is much greater and lasts for a longer period, giving the impression of an incredibly high tide. Although the meanings of “tidal” include “resembling” or “having the form or character of” the tides, and the term tsunami is no more accurate because tsunami are not limited to harbours, use of the term tidal wave is discouraged by geologists and oceanographers. Read the rest of this entry »


“Ibn Sina”

February 25, 2011

Ibnu Sina merupakan doktor Islam yang terulung. Sumbangannya dalam bidang
perubatan bukan sahaja diperakui oleh dunia Islam tetapi juga oleh para sarjana Barat.
Nama sebenar Ibnu Sina ialah Abu Ali al-Hussian Ibnu Abdullah. Tetapi di Barat,
beliau lebih dikenali sebagai Avicenna.

Ibnu Sina dilahirkan pada tahun 370 Hijrah bersamaan dengan 980 Masihi. Pengajian
peringkat awalnya bermula di Bukhara dalam bidang bahasa dan sastera. Selain itu,
beliau turut mempelajari ilmu-ilmu lain seperti geometri, logik, matematik, sains,
fiqh, dan perubatan.

Walaupun Ibnu Sina menguasai pelbagai ilmu pengetahuan termasuk falsafah tetapi
beliau lebih menonjol dalam bidang perubatan sama ada sebagai seorang doktor
ataupun mahaguru ilmu tersebut. Read the rest of this entry »


SATE MATANG

January 20, 2011

Bagi para pencinta kuliner yang Dimanapun anda berada, jangan lupa mampir ke Kecamatan Peusangan, kota Matangglumpangdua (baca: Matang), Kabupaten Bireuen, terletak 12 Km arah timur pusat Kota Bireuen. Perjalanan ke sana memakan waktu 15 menit, apalagi sekarang lalu lintasnya sudah lebar dan mulus.

Adzar (43) salah satu pengunjung tetap sate khas matang mengatakan “Matang memang kota yang sangat strategis dan selalu ramai di malam hari. Pada waktu konflik bercekamuk, Kota Matang tak pernah sepi, karena itu mungkin Matang sering dijuluki kota yang tak pernah mati,”katanya saat ditemui oleh salah satu media informasi beberapa waktu lalu. Read the rest of this entry »


Malam Pertama [Oleh: Izzudin Karimi ]

January 17, 2011

Malam di mana pasangan yang baru menikah pertama kali bertemu, malam yang dinanti-nantikan oleh sepasang mempelai setelah berlangsungnya akad nikah dan walimah, malam yang menentukan bagi malam-malam selanjutnya, di malam ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami istri, di antaranya,

1-Memberi salam kepada pasangan

Dalam kondisi ini salam dianjurkan karena ini adalah malam pertemuan, di samping itu salam bisa mencairkan suasana yang kaku atau segan, mengurai rasa sungkan dan gamang dari kedua belah pihak karena keduanya baru mengalami malam ini untuk yang pertama kalinya dan belum begitu banyak mengenal pasangannya. Read the rest of this entry »


Si Pelit

April 30, 2010

Seorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu dan suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi.

Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya.

Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya apa saja yang terjadi.

“Emasku! oh.. emasku!” kata si Pelit, “seseorang telah merampok saya!”

“Emasmu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpannya disana? Mengapa emas tersebut tidak kamu simpan di dalam rumah dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat kamu ingin membeli sesuatu?”

“Membeli sesuatu?” teriak si Pelit dengan marah. “Saya tidak akan membeli sesuatu dengan emas itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan emas itu.” teriaknya lagi dengan marah.

Pengembara itu kemudian mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya ke dalam lubang harta karun yang telah kosong itu.

“Kalau begitu,” katanya lagi, “tutup dan kuburkan batu itu, nilainya sama dengan hartamu yang telah hilang!”

Harta yang kita miliki sama nilainya dengan kegunaan harta tersebut.
Sumber :  http://www.ceritakecil.com/